<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-34928211</id><updated>2012-01-09T07:16:57.121+07:00</updated><title type='text'>Amazon Pond Institute</title><subtitle type='html'>Environmental Consultant, Supplier, Training</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://amazonpi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34928211/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amazonpi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Gede H. Cahyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-lGUe9RpRz8/SZLC7UVQceI/AAAAAAAAAGg/O-C8Upl6X4M/S220/Once+upon+a+time+in+Bedugul.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34928211.post-115906883694324590</id><published>2006-09-24T10:32:00.004+07:00</published><updated>2011-02-17T20:41:41.811+07:00</updated><title type='text'>Amazon Pond Institute</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Amazon Pond Institute&lt;/span&gt; (API), sebuah firma konsultan Teknik Lingkungan, memberikan jasa konsultasi dalam perancangan (desain) awal, redesain dan rehabilitasi unit pengolah air minum dan air limbah. Jasa yang tersedia ditujukan untuk masyarakat secara individual dan perusahaan seperti PDAM, perusahaan air minum kemasan, depot air minum isi ulang, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a href="http://gedehace.blogspot.com/2007/07/anaerobic-reactor-technology.html"&gt;&lt;u&gt;klinik-rumah sakit&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, dan pabrik atau kawasan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;industri&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;API juga, sebagai penyedia dan pemasok instrumen dan peralatan instalasi, menaruh perhatian pada pembangunan fasilitas &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Watsan&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;water &amp; sanitation&lt;/span&gt;) daerah terpencil dan yang terkena bencana alam. Pasokan API meliputi alat-alat ukur, pipa &amp; aksesoris, pompa, mekanikal untuk aerator&lt;a href="http://news.google.com"&gt;,&lt;/a&gt; koagulator-flokulator, sedimentasi, dan filter. Termasuk membantu supervisi dalam upaya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;trial-run&lt;/span&gt; instalasi pengolah air minum (IPAM) dan air limbah (&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;IPAL&lt;/span&gt;) yang dibangun PDAM, pabrik, hotel, dan kawasan industri serta training operatornya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan layanan di atas&lt;a href="http://www.awwa.org/index.cfm?showLogin=N"&gt;,&lt;/a&gt; API pun memasok zat kimia (reagen) yang diperlukan instalasi, baik untuk IPAM maupun IPAL. Sebagai layanan purnajualnya API turut membantu tutorial upaya pengolahan airnya sampai mencapai efisiensi yang diharapkan. Pasokan API mulai dari reagen untuk disinfeksi-oksidasi, koagulasi-flokulasi, pengatur pH &amp; kadar mineral, dan zat aditif. Misalnya, kaporit, gas klor, tawas (alum sulfat), besi sulfat, kapur, soda, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info lebih lanjut, silakan kontak gedehc@yahoo.com.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34928211-115906883694324590?l=amazonpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34928211/posts/default/115906883694324590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34928211/posts/default/115906883694324590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amazonpi.blogspot.com/2006/09/amazon-pond-institute.html' title='Amazon Pond Institute'/><author><name>Gede H. Cahyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-lGUe9RpRz8/SZLC7UVQceI/AAAAAAAAAGg/O-C8Upl6X4M/S220/Once+upon+a+time+in+Bedugul.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34928211.post-115906871284956156</id><published>2006-09-24T10:29:00.000+07:00</published><updated>2006-09-24T10:31:52.850+07:00</updated><title type='text'>Training Olah Air</title><content type='html'>Perlukah training olah air (TOA)? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, banyak yang belum paham kualitas air minum. Air jernih dikira sudah bersih, dikira aman bagi kesehatan. Padahal jernih hanyalah salah satu aspek dari puluhan aspek kualitas air minum. Bahkan para pebisnis air minum kemasan dan depot air minum isi ulang pun masih banyak yang mengira hal serupa itu. Begitu pula karyawannya, belum banyak memahami perihal kualitas air dan hanya mampu mengoperasikan alatnya saja, sekadar menekan tombol &lt;span style="font-style:italic;"&gt;on-off&lt;/span&gt;. Kapan alat itu harus diperbaiki, kapan harus diganti belum banyak diperhatikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa terjadi di PDAM. Banyak yang kurang peduli pada proses pengolahan airnya. Mereka hanya bekerja dan bekerja setiap hari di bagian administrasi. Yang di bagian operasi instalasi memang tahu urutan proses pengolahan airnya, tahu alur-alur bak pengolahnya tetapi belum banyak yang memahami prosesnya. Belum paham "dalemannya". Kelompok inilah yang perlu diberi pencerahan dan motivasi agar makin semangat bekerja sekaligus paham proses-operasinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sektor air limbah juga demikian. Tak sedikit yang mengira unit pengolah air limbah itu seperti mesin sulap yang dalam sekejap saja langsung menghasilkan air olahan yang bebas pencemar. Faktanya tentu tak semudah itu. Unit pengolah hanyalah berupa bak-bak yang ukurannya dirancang sesuai dengan kriteria desain, tetapi belum tentu proses pengolahannya mencapai taraf optimal. Ini mungkin saja terjadi lantaran salah dalam pendekatan desain dan salah dalam operasi-rawatnya. Apalagi kalau unit pengolahnya berupa pengolah biologi (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;biological treatment&lt;/span&gt; atau bioreaktor), kesulitan operasinya lebih banyak lagi ketimbang unit pengolah fisika dan kimia (fisikokimia). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, ada strategi khusus yang mesti dijalankan, termasuk rutin berkala memantau kualitas airnya, terutama kualitas influen (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;input&lt;/span&gt;, masukan) dan efluennya (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;output&lt;/span&gt;, keluaran) di setiap unit pengolah dan di instalasi secara keseluruhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34928211-115906871284956156?l=amazonpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34928211/posts/default/115906871284956156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34928211/posts/default/115906871284956156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amazonpi.blogspot.com/2006/09/training-olah-air.html' title='Training Olah Air'/><author><name>Gede H. Cahyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-lGUe9RpRz8/SZLC7UVQceI/AAAAAAAAAGg/O-C8Upl6X4M/S220/Once+upon+a+time+in+Bedugul.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34928211.post-115906854660304435</id><published>2006-09-24T10:27:00.000+07:00</published><updated>2006-09-24T10:29:06.606+07:00</updated><title type='text'>Jernih belum tentu bersih</title><content type='html'>Air jernih belum tentu bersih. Jernih tidak sama dengan bersih. Tetapi, dalam kehidupan sehari-hari banyak yang mengira air jernih pasti layak diminum. Ini keliru. Air jernih boleh jadi kaya zat berbahaya-beracun yang tidak kelihatan. Jangankan dilihat dengan mata telanjang, memakai mikroskup saja tak terlihat. Ini terjadi karena zat tersebut terlarut. Contohnya, gula pasir yang dilarutkan dalam air. Tak tampak ada gula, airnya tetap jernih tapi manis rasanya. Bagaimana kalau zat tadi bukan gula melainkan zat berbahaya-beracun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya begini. Satu gelas air jernih yang layak-minum diberi setetes deterjen, karbol, atau insektisida, atau zat lainnya. Aduk sebentar lalu biarkan beberapa menit. Air akan jernih kembali. Beranikah Anda meminumnya? Andaikata berani, Anda tidak akan langsung sakit karena sedikit kadar racunnya. Tetapi, ginjal, hati dan organ lainnya terancam rusak. Bagaimana kalau air minum Anda berisi sedikit racun tapi setiap hari diminum? Lama-lama zat itu akan makin banyak terkumpul di organ tubuh dan baru menderita setelah lanjut usia. Hari-hari tua atau masa pensiun yang seharusnya bisa tenang malah sakit lantaran air minum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kondisi air minum kita saat ini. Air sumur, apalagi yang dekat dengan selokan, tangki septik, atau di pinggirnya banyak yang mencuci lalu air cuciannya meresap lagi ke dalam sumur, dapat diduga buruk kualitasnya. Jernih tetapi tidak layak diminum. Air PDAM juga begitu. Kalau air bakunya dari sungai yang banyak menerima air sawah, air limbah pabrik dan air limbah rumah tangga bisa dipastikan airnya tercemar. Masalahnya, mampukah teknologi di PDAM mengolahnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa bisa terjadi pada air minum isi ulang dan air minum kemasan jika unit pengolahnya tidak mampu menangani racun tersebut. Air tanah, termasuk mata air pun tak tertutup kemungkinannya terkotori zat berbahaya-beracun. Ini bergantung pada lapisan batuan (formasi geologi) yang dilewatinya di dalam tanah. Apalagi kalau air itu melewati timbunan sampah semacam TPA (tempat pembuangan akhir), racunnya pasti banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paparan di atas membuat kita berpikir ulang perihal kualitas air yang biasa diminum. Pada masa kecil, bersihkah air minum kita? Saat remaja, dewasa, dan tua bersihkah air minum kita? Bersihkah air pencuci beras, sayur, ikan, daging, dan kuah sayur di rumah makan, restoran, warung langganan kita? Air minumnya mungkin tampak jernih, tetapi bersihkah? Terlebih lagi kalau sudah dicampur sayur, bakso, kopi, teh, susu, daun pandan, dan lain-lain. Zat berbahaya-beracunnya sudah tak terasa lagi keberadaannya. Kita pun tidak langsung sakit, tidak langsung diare. Itu semua lantaran bakterinya sudah mati karena dipanaskan atau dididihkan. Hanya saja, zat kimia beracun yang larut di dalamnya tidak bisa dihilangkan dengan pemanasan atau pendidihan air. Tidak bisa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasinya sbb: ambillah segelas air selokan atau air comberan lalu panaskan sampai mendidih 100 derajat Celcius selama sepuluh menit. Atau lebih lama lagi, yaitu 20 atau 30 menit. Minumlah. Pasti tidak akan mencret. Sebab, semua kuman atau bakterinya sudah mati. Tetapi zat kimia yang ada di dalamnya tidak hilang. Inilah yang berbahaya bagi organ tubuh kita. *&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34928211-115906854660304435?l=amazonpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34928211/posts/default/115906854660304435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34928211/posts/default/115906854660304435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amazonpi.blogspot.com/2006/09/jernih-belum-tentu-bersih.html' title='Jernih belum tentu bersih'/><author><name>Gede H. Cahyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-lGUe9RpRz8/SZLC7UVQceI/AAAAAAAAAGg/O-C8Upl6X4M/S220/Once+upon+a+time+in+Bedugul.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34928211.post-115906831777121414</id><published>2006-09-24T10:22:00.001+07:00</published><updated>2008-05-13T19:41:41.138+07:00</updated><title type='text'>Perihal Training</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Opsi Materi Training&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Trilogi AIR (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;A&lt;/span&gt;man, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I&lt;/span&gt;si, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;R&lt;/span&gt;utin).&lt;br /&gt;2. Teknologi konvensional di PDAM.&lt;br /&gt;3. Jenis-jenis teknologi depot air minum isi ulang.&lt;br /&gt;4. Membedah teknologi pabrik air minum kemasan.&lt;br /&gt;5. Filter air tradisional dan rumah tangga.&lt;br /&gt;6. Variasi teknologi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;activated sludge&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;7. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Trickling filter&lt;/span&gt; yang bukan filter.&lt;br /&gt;8. Variasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oxidation pond, stabilization pond&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;9. Peluang aplikasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wetland sytems&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;10. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Package&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;microtreatment&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelaksanaan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Di Universitas Kebangsaan Bandung atau di kantor peserta (untuk satu perusahaan) misalnya di kantor air minum kemasan, di depot air minum isi ulang, di pabrik, di kawasan industri yang memiliki instalasi, atau di PDAM masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi lebih lanjut di gedehc@yahoo.com.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34928211-115906831777121414?l=amazonpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34928211/posts/default/115906831777121414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34928211/posts/default/115906831777121414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amazonpi.blogspot.com/2006/09/perihal-training.html' title='Perihal Training'/><author><name>Gede H. Cahyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-lGUe9RpRz8/SZLC7UVQceI/AAAAAAAAAGg/O-C8Upl6X4M/S220/Once+upon+a+time+in+Bedugul.jpg'/></author></entry></feed>
